Senin, 28 Maret 2016

Betapa mulia dan utamanya tingkah laku dan akhlak dalam islam

Betapa mulia dan utamanya tingkah laku dan akhlak dalam islam, hubungan kita sesama manusia sangat diperhatikan, sampai-sampai kita di sunnahkan untuk selalu bersikap sopan santun dan memberikan senyuman ketika bertemu dengan saudara kita sesama manusia karena Senyum itu Adalah Ibadah.
.
MasyaAllah, betapa mulianya sebuah senyuman. tersenyumlah kawan, karena senyum itu adalah termasuk ibadah , “ Tersenyum ketika bertemu dengan saudara adalah termasuk ibadah.”(Al Hadits)
.
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“
.
Diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas” (Riwayat At-Tirmidzi)
.
“ Sesungguhnya barang siapa di karunia sifat lemah lembut maka ia telah diberi bagian dunia dan akhirat.Silaturrahmi, Akhlak yang baik dan berbuat baik kepada tetangga akan memakmurkan dunia dan menambah usia.( H.R. Ahmad ).
.
Aisyah Radliyallahu’anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul.” (Hadits Riwayat )
.
Alhamdulillah dengan selalu bertingkah laku yang baik dengan akhlak yang mulia kita dapat menampilkan contoh yang baik tentang islam di mata siapapun bahwa islam itu rahmatan lilalamin, membuat bahagia buat siapapun dan menyejukan semua orang didekatnya, sehingga menarik hati buat mereka yang belum mengenal islam untuk memeluk agama islam yang indah ini.

QS. Al-Baqarah: 216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ (البقرة: 216)


"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216) 

 Di saat anda ditipu seseorang, sesaat terasa menyakitkan, namun ketahuilah bahwa kejadian itu membawa sejuta kebaikan, anda menjadi lebih waspada dan mengenali bahwa orang yang selama ini anda puja dan sanjung ternyata musang berbulu domba, sehingga esok hari anda tidak tertipu untuk kedua kalinya.

Karena itu dahulu Nabi shalallallahu alaihi wa sallam selalu memuji Allah atas segala kondisi yang menimpa beliau.

WALAU CARUT MARUT, NAMUN MENTARI HARAPAN PASTI BERSINAR

Sobat! Carut marutnya negri kita atau centang berentangnya masyarakat anda, bukanlah alasan bagi anda untuk pesimis, apalagi menyombongkan diri dengan merasa bahwa hanya anda yang benar atau selamat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
.
” إذا قال الرجل: قد هلك الناس، فهو أهلكهم
.
Bila ada orang yang berkata: semua masyarakat telah binasa, maka dialah sejatinya orang yang paling binasa. ( Ahmad dan lainnya )



Seburuk apapun kondisi yang ada, maka percayalah banyak kebaikan yang masih menyelimuti kehidupan kita. Bahkan bila direnungkan dengan baik, setiap keburukan yang terjadi maka sejatinya itu adalah nikmat dari sisi lain.

Semuanya itu sederhana saja, yaitu dari mana anda memikirkan dan memandang kondisi yang ada? Bila anda memandangnya dari sudut yang negatif maka nampak negatif, namun bila anda memandangnya dari sisi yang positif, maka sekejap semuanya berubah menjadi nikmat dan indah. 

MENGAGUMI KEBESARAN ALLAH

Surah Fathir 21-30
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.



(21). وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُورُ
dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas.


(22). وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ ۚإِنَّ الَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ ۖوَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ
dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.


(23). إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌ
Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.


(24). إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۚوَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ
Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.


(25). وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ
Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mu`jizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.


(26). ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖفَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ
Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku .


(27). أَلَمْ تَرَ أَنَّ الَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا ۚوَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ
Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.


(28). وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗإِنَّمَا يَخْشَى الَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗإِنَّ الَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.


(29). إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ الَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,


(30). لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚإِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.